top of page

Tempe Chips

Tahukan sobat NP, salah satu makanan olahan fermentasi khas Indonesia semakin terkenal di dunia dan digemari. Apa itu? Tempe! Makanan fermentasi kedelai satu ini, mudah diterima oleh semua generasi; anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan tidak hanya dinikmati warga lokal saja, kini tempe sudah mendunia dan dikonsumsi penduduk dunia. Rasa dan aromanya yang enak dan bisa diaplikasi ke perbagai jenis masakan; pedas, manis, bahkan diolah menjadi steak vegan membuatnya mudah diterima oleh semua kalangan. Beda halnya dengan Natto, salah satu makanan fermentasi kedelai dari Jepang yang memiliki aroma, rasa dan tekstur lengket yang khas, tak semua kalangan bisa menerima rasanya sehingga popularitasnya pun masih di bawah tempe. Nilai Tambah Tempe dikenal sebagai makanan superfood. Kandungan protein nabati yang tinggi dan nutrisi lainnya yang mudah dicerna oleh tubuh menjadi nilai tambah yang membuat tempe semakin populer. Apalagi di era post pandemi COVID 19 ini dimana masyarakat dunia lebih berfokus pada makanan yang dikategorikan sehat dan bernutrisi. Ada pergeseran kecenderungan mengkonsumsi makanan ke arah yang lebih sehat. Tempe pun mengambil atensi dari masyarakat dunia. Peluang Menjanjikan Kepopulerannya di dunia, terus meningkat. Selain bernutrisi tinggi, tempe juga mudah diolah menjadi pelbagai kuliner masakan lokal atau dipadukan dengan kuliner internasional - misalnya steak tempe hingga menjadi cemilan keripik tempe. Keripik tempe kini menjadi salah satu cemilan yang dikategorikan sebagai cemilan sehat bernutrisi dan menjanjikan untuk pasar snackĀ di dalam dan luar negeri. Namun tentu harus melalui proses yang panjang dan pengontrolan bahan baku yang benar agar bisa tergolong kategori snack sehat.

Keripik Tempe Keripik tempe diperkirakan mulai ramai diproduksi di Indonesia sekitar tahun 1980an dan biasanya dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke kota-kota di pulau Jawa; Malang, Bantul, Jogjakarta, bogor dll. Varian lainnya yaitu keripik tempe sagu dipopulerkan pertama kali di Jogjakarta oleh salah seorang pengrajin tempe sagu bernama Supardi pada tahun 2011. Keripik tempe sagu diproduksi dengan mencampurkan kedelai, ragi tempe, tepung tapioka dan dimasukkan ke dalam kemasan plastik lalu difermentasi selama 1-2 hari di tempat kering dan sejuk. Setelah itu tempe diiris tipis dan siap diolah menjadi keripik tempe.

Hingga kini popularitas keripik tempe sagu terus meningkat baik di pasar lokal hingga internasional. Mulai bermunculan merek-merek baru yang memproduksi keripik tempe sagu dengan skala UMKM hingga industri dengan rasa tradisional atau pun rasa internasional.

Tantangan Kelebihan keripik tempe bisa dibranding sebagai cemilan sehat atau vegan atau sumber protein kaya nutrisi dibandingkan cemilan berbahan dasar grain (jagung, beras dll) dan tepung lainnya. Namun ada tantangan tersendiri pada saat produksi keripik tempe :

1. Kedelai Impor

Bahan baku utama yaitu kedelai sebagian besar berasal dari impor. Produsen harus siap menghadapi harga kedelai yang fluktuatif. Apalagi di saat nilai kurs Rupiah melemah, akibatnya harga kedelai cenderung mengalami kenaikan. Bagaimana mensiasati agar harga kedelai bisa tetap terkontrol dan tidak mempengaruhi harga jual keripik tempe. Itu harus dicermati. 2. Kebersihan dan Sanitasi Keduanya adalah hal yang harus diperhatikan saat produksi keripik tempe sagu karena ada proses fermentasi yang menjadi kuncinya. Bila sanitasi buruk bukan hal yang mustahil fermentasi tempe akan gagal, timbul bau tak sedap hingga tekstur tempe malah hancur.

3. Pemilihan Bumbu yang Tepat Pasar juga sangat sensitif terhadap rasa bumbu, dan komposisi bahan baku yang digunakan; apakah ada bahan pengawet, pemanis buatan, pewarna sintesis dsb. Setiap produsen cemilan tempe harus memastikan bahwa bumbu tabur yang digunakan sudah mengalami proses RnD yang benar. Kami NP Foods siap membantu bisnis anda karena kami sudah berpengalaman puluhan tahun mengembangkan seasoning yang cocok untuk base keripik tempe; dengan kategori seasoning general, vegan, dan natural. Dengan karakter rasa alami tempe yang begitu kuat, bumbu tabur yang digunakan juga harus memiliki rasa yang cukup kuat agar rasanya bisa tetap ada hingga kunyahan terakhir. NP Foods menyediakan layanan custom seasoning sehingga bumbu tabur yang diproduksi bisa disesuaikan dengan lidah konsumen targetnya/negara tujuan. Sebagai referensi biasanya bumbu tabur yang cocok untuk keripik tempe yaitu BBQ, Original, Sweet Chili, Truffle, Balado Daun Jeruk, Mala, Sour Cream Onion, Nacho Cheese dll.

Market ekspor masih sangat potensial. Diperkirakan hampir 90% (sumber : Mintel) cemilan keripik tempe yang ada di market luar negeri berasal dari produksi Indonesia. Dengan potensi pasar yang besar di luar negeri, brandĀ keripik tempe lokal berpeluang besar mendapatkan keuntungan. NP Foods terus berinovasi melayani permintaan pembuatan seasoning custom sesuai jenis base snack, termasuk keripik tempe. Nikmatnya keripik tempe berbumbu khas cita rasa nusantara dan internasional bisa kalian dapatkan dengan NP Foods. Tunggu apa lagi, jadikan brand keripik tempe anda boomingĀ meledak di pasaran melalui bumbu yang kami produksi.



Komentar


bottom of page